WISATA LITERASI
WISATA LITERASI
MENULISLAH DARI HATI AKAN SAMPAI KE HATI
(Ahmad Fuady)
Jangan takut gagal sebelum mencoba
Jangan takut jatuh sebelum melangkah
Kesuksesan….
Selalu milik kita yang berani mencoba.
Di kehidupan ini
Apa yang tidak mungkin
Hanya sering kali
Yang belum pernah dicoba
Untaian kalimat ini sangat tepat sekali menggambarkan apa yang saya rasakan malam ini terkhusus setelah menyimak dan mengikuti ketikan demi ketikan kalimat di chat whatshap grup “Belajar Menulis gelombang 21, apalagi dimulai dengan salam pembuka dari moderator yang luar biasa , penulis dan motivator literasi, Ibu Maesaroh, yang lebih dikenal dengan nama penanya Maydearly. Beliau menyapa dengan sapaan “Bapak Ibu hebat Penggiat Literasi se nusantara” dan dilanjutkan dengan kalimat “Sang Blogger Millenial”. Sapaan hangat ini sangat menusuk relung hati saya dan bergejolak serta menari-nari kalimat didepan mata saya, pantaskah dirimu disini…..sudah layakkah aku diberi gelar sebegitu agungnya. Sementara dari grand opening grup ini 2 minggu yang lalu, dengan 6 kali kegiatan, hanya memberikan hasil tulisan setiap pertemuannya dalam harddisk yang tak berani muncul di blog, yang susah payah belajar membuatnya, namun masih kosong tanpa ada goresan setitik pun.
Namun setelah mengikuti sampai akhir pertemuan, sesuatu hal yang sangat hebat dari jiwa yang tertekan dua minggu terakhir ini memberontak, jari jemari yang kaku seakan lemah gemulai mengetik huruf demi huruf yang telah lama ingin muncul seakan berteriak, Yuli kau mau dan pasti bisa, tunjukkan mottomu yang selama ini kau agung-agungkan.
Sukses itu bukan kebetulan.
Tapi hasil kerja keras.
Seseorang sukses bukan karena tak pernah gagal.
Tapi dia tak pernah berhenti.
Bismillah, Pertemuan ke 7, tayang perdana di Blog.
Judul : PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Gelombang : 21
Resume ke : 7
Tema : MENGATASI WRITER’S BLOCK
Hari : Senin
Tanggal : 18 Oktober 2021
Waktu : 19.00 WIB
Nara sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd,Gr
Moderator : Maesaroh M.Pd
Narasumber malam ini adalah sosok Bunda millineal muda yang sangat menginspirasi dengan berbagai prestasi yang sudah beliau raih terkhusus dibidang literasi dan pendidik yang kreatif dengan menjadi guru prestasi tahun 2021. Profil lengkap beliau dapat kita temui di blognya, https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html.
Kegiatan langsung dibuka oleh Ibu moderator yang tak kalah hebatnya juga dan sudah melalang buana di dunia literasi yaitu ibu Maesaroh.
Mengawali pertemuan malam ini, Bunda Ditta memberikan tantangan menulis dengan tiga kata yaitu Hujan, Pagi, Hantu, dalam waktu 15 menit. Semua peserta antusias menuliskan hasil tulisan masing-masing. Dan I’m failed, gagal melaksanakannya.
Saya betul-betul surprise dengan bapak ibu yang istimewa di grup ini, yang dalam waktu singkat dapat merangkai kata menjadi kalimat yang menginspirasi. Walaupun saya tak sempat mengirimkan di grup, saya tetap menuliskan hasil coretan pribadi disini, “ Ketakutan itu muncul saat Hujan mengguyur bumi dan petir menggelegar di malam gulita dan sirna seketika saat pelangi muncul di Pagi hari sehingga rasa gusar akan Hantu kemunafikan duniawi hilang amblas ditelan bumi.
Bunda Ditta melanjutkan materi malam ini dengan menyimpulkan apa penyebab dari ketidakberhasilan peserta dalam menuliskan idenya, yang antara lain karena masih ada yang merasa malu,takut tidak sesuai kaidah, takut dibandingkan dengan hasil orang lain, dsb. Dan saya termasuk didalamnya.Inilah ternyata yang merupakan contoh penyebab terjadinya WB.
Wikipedia mengartikan Writer’s Block sebagai keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya, dan ini bisa dialami oleh penulis pemula maupun professional. Dan ini tidak terbatas hanya dikalangan penulis tapi sering terjadi pada blogger, mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir, screen writer (penulis naskah), script writer (penulis teks untuk dibacakan pembaca berita) dan lain-lain juga bisa mengalami Writer’s Block. Dan hal ini merupakan fenomena yang konkrit dan dapat diatasi.
Penyebab terjadinya Writer’s Block dapat disimpulkan karena :
Ø 👉Mencoba metode atau topic baru dalam menulis
Dalam penulisan, setiap penulis mempunyai gaya, metode dan kekhasan serta keunikan masing-masing yang akan mengalami kendala dan kesulitan ketika memulai sesuatu yang baru.
Ø 👉Stress
Saat kondisi ini muncul, kita harus berhenti dulu menulis supaya hasil karya kita bisa lebih baik dan berkesan dengan pembaca.
Ø 👉Lelah fisik/mental
Ini sering terjadi ketika hasil tulisannya dikejar waktu dan harus terbit sementara menulis membutuhkan konsentrasi dan aktivitas yang melelahkan tidak hanya fisik tapi pemikiran.
Ø 👉Terlalu perfeksionis
Seorang penulis tentu berkeinginan hasil tulisannya bagus dan diterima pembaca bahkan best seller, namun jika kita menuntut harus sempurna/perfeksionis akan bisa membuat karya kita jalan di tempat dan tak pernah selesai.
Tanda-tanda dari seorang penulis yang sedang mengalami Writer’s Block antara lain :
Ø 👉Sulit focus,
ketika kondisi kita dalam kondisi prima, kita akan mampu menuangkan ide-ide kita dengan lancar dan tidak mau berhenti jemari mengetik dan merangkai kata demi kata tetapi jika keadaan berbalik, kita bisa tak konsentrasi , dan tak bisa mengungkapkan apa-apa.
Ø 👉Tidak ada inspirasi
Seorang penulis akan memulai tulisannya dari sebuah inspirasi yang dilihat, didengar, dibaca bahkan dirasakan. Namun ketika inspirasi itu tidak ada atau hilang maka karyanya akan berhenti begitu saja.
Ø 👉Menulis lebih lambat dari biasanya
Ini biasanya muncul ketika kita harus menulis dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan yang biasanya bisa satu halaman, kadang-kadang untuk menuangkan satu paragraph pun kita sulit.
Ø 👉Merasa stress dan frustasi untuk menulis
Ketika kita menulis tidak dari yang kita sukai atau ide orang lain, kita bisa merasa stress, karena kita merasa bukan diri kita yang menulis.
Cara mengatasi Writer’s Block :
Ø 👉Melakukan aktivitas yang lain seperti membaca buku, jalan2 untuk refreshing hati,badan dan pikiran
Ø👉 Rutin Menulis dengan mempelajari metode/topic yang akan ditulis dengan lebik seksama
Ø 👉Melakukan Free writing (menulis bebas)
Ø 👉Menulis dengan tema yang paling kita sukai
Ø 👉Tulis semuanya, edit belakangan
Ø 👉Buat Outline
Ø 👉Hindari terlalu perfeksionis
Ø 👉Menulis bersama (antologi)
Ø 👉Gerakkan Tubuh dengan olah raga, olah rasa dan olah jiwa
Ø 👉Singkirkan Gangguan
Ø 👉Menulis di pagi hari atau sebelum tidur
Ø 👉Konsumsi kafein bila perlu
Ø 👉Tulis untuk diri sendiri
Ø 👉Mencari inspirasi
Ø 👉Buat lingkungan kerja yang nyaman
Ø 👉Mendaur ulang tulisan lama
Ø 👉Melakukan aktivitas selain menulis
Ø 👉Rehat sejenak
Pesan penuh makna dari Bunda Ditta
Berkaryalah sesuai dengan passion kita.
Sesuai dengan apa yang kita sukai dan kuasai.
Prestasi adalah bonus,
yang penting kita tetap tergerak, bergerak dan menggerakkan.
Motivasi dari Om Jay
“Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”
Kalimat – kalimat inspirasi inilah yang membuat saya akan menjadikan
Writing is My Passion.
Thank you :
My inspired, My beloved Mom, Darlina
My beloved Family, Nurbatias, Adit and Alya Yalianda
My brothers and sisters, Sukirman’s Children
(Tin and ardi) ( Magek and Vera) (Dewi and Irfan)
(Sup and Alek) (Dharma syoergana putera)
Sahabat, Mangatur Panjaitan.
Semoga dengan adanya wisata literasi merupakan salah satu wadah untuk membuat, menuliskan dan sekaligus tempat mencurahkan apa yang kita alami dan rasakan baik yang sudah dilewati maupun yg akan di lewati...
BalasHapusSemangat bu 💪
BalasHapusKeren resumenya 🌻
Satu kata TOP
BalasHapusResumenya bagus.mantab
BalasHapusSemangat terus Bu👍bolehkan sya ikutan wisata literasi..☺️
BalasHapusWah selamat yaaa sudah bangkit dari WB-nya. Alhamdulillah ...
BalasHapusDiksi-diksinya sudah keren loh, so ayooo makin PD dalam menulis. Semangattttt